Kearifan lokal” adalah kematangan masyarakat di tingkat komunitas lokal yang tecermin dalam sikap, perilaku, dan cara pandang masyarakat yang kondusif di dalam mengembangkan potensi dan sumber lokal (material dan nonmaterial) yang dapat dijadikan sebagai kekuatan di dalam mewujudkan perubahan ke arah yang lebih baik atau positif.

LKD membawa tujuan dalam karya besar nya yaitu

Membangun Desa melalui Kesadaran Nilai-nilai Luhur dan Digitalisasi Ekonomi Desa “Kearifan Lokal Jadi Keunggulan Global”

Pentingnya Indonesia menyuarakan sesuatu yang melahirkan kesadaran mempertahankan tradisi lokal atau daerah yang memiliki nilai positif dalam masyarakat dan lingkungannya sangatlah signifikan. Berikut adalah beberapa ulasannya,

1. Pemeliharaan Kearifan Lokal:
  • Tradisi lokal dan daerah mencerminkan kearifan dan identitas budaya masyarakat setempat. Dengan mempertahankan tradisi ini, Indonesia dapat menjaga keberagaman budaya yang kaya, mencegah homogenisasi, dan memelihara kekayaan kearifan lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
2. Penguatan Jati Diri Bangsa:
  • Tradisi lokal menjadi bagian integral dari jati diri suatu bangsa. Dengan menyuarakan dan mempertahankan tradisi ini, Indonesia dapat memperkuat identitas nasionalnya. Ini membantu menciptakan rasa bangga dan penghargaan terhadap warisan budaya yang dimiliki oleh berbagai suku dan daerah di Indonesia.
3. Pemberdayaan Masyarakat Lokal:
  • Pemeliharaan tradisi lokal memberikan kesempatan untuk pemberdayaan masyarakat lokal. Dengan memanfaatkan keunikan tradisi mereka, masyarakat dapat mengembangkan potensi ekonomi, termasuk melalui sektor pariwisata berbasis budaya, kerajinan tangan tradisional, dan kegiatan ekonomi lokal lainnya.
4. Konservasi Lingkungan:
  • Banyak tradisi lokal Indonesia yang terkait erat dengan konservasi lingkungan dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Meneruskan tradisi ini dapat mendukung upaya konservasi dan pengelolaan lingkungan, serta menciptakan kesadaran akan pentingnya harmoni antara manusia dan alam.
5. Peningkatan Toleransi dan Kerukunan Sosial:
  • Tradisi lokal sering kali mencerminkan nilai-nilai kehidupan yang mendorong toleransi, kerukunan, dan kebersamaan dalam masyarakat. Dengan mempertahankan tradisi ini, Indonesia dapat memperkuat fondasi kerukunan sosial, mengurangi potensi konflik, dan memperkaya pluralitas budaya. Pentingnya memahami tradisi perilaku dalam tradisi jawa disebut  “Laku Utomo” (kebijaksanaan yang tidak tertulis namun sangat penting bagi kehidupan tradisi jawa – dan disetiap kearifan lokal yang memiliki arti/maksud yang sama)
6. Pendidikan dan Transfer Pengetahuan:
  • Tradisi lokal adalah sumber pengetahuan dan kebijaksanaan yang tidak tertulis. Dengan memperkuat tradisi ini, Indonesia dapat memanfaatkannya sebagai alat pendidikan, mengajarkan nilai-nilai positif kepada generasi muda, dan menjaga agar pengetahuan tradisional tidak hilang begitu saja.
7. Promosi Pariwisata Budaya:
  • Tradisi lokal memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan yang tertarik pada keanekaragaman budaya. Dengan menyuarakan dan mempromosikan tradisi ini, Indonesia dapat mengembangkan sektor pariwisata budaya yang berkelanjutan, memberikan dampak positif pada perekonomian lokal dan nasional.
8. Pelestarian Bahasa Daerah:
  • Tradisi lokal sering kali terkait dengan keberlanjutan bahasa daerah. Dengan memperkuat tradisi, Indonesia dapat memainkan peran penting dalam pelestarian bahasa daerah yang merupakan bagian integral dari warisan budaya.
9. Perlawanan Terhadap Globalisasi Tidak Terkendali:
  • Mempertahankan tradisi lokal dapat berfungsi sebagai bentuk perlawanan terhadap dampak negatif globalisasi yang tidak terkendali, seperti hilangnya keunikan budaya dan adopsi nilai-nilai luar tanpa pertimbangan lokal.
10. Keseimbangan Antara Modernitas dan Tradisi:
  • Memahami dan mempertahankan tradisi lokal membantu menciptakan keseimbangan antara modernitas dan tradisi. Hal ini dapat mendukung perkembangan berkelanjutan tanpa mengorbankan nilai-nilai dan kearifan lokal yang telah ada.

Dengan menyuarakan dan mempertahankan tradisi lokal yang memiliki nilai positif, Indonesia dapat membangun fondasi masyarakat yang beragam, kuat, dan berkelanjutan. Ini juga melibatkan tanggung jawab bersama untuk melestarikan warisan budaya bagi generasi-generasi mendatang.

Pendidikan Berbalut Kearifan Lokal – Pendidikan Indonesia perlu menekankan nilai kearifan lokal di dalam kurikulum lebih fokus untuk melahirkan karakter bangsa.