Menjawab Tantangan digitalisasi sesuai nilai-nilai luhur kearifan lokal, sebagai jaminan "kearifan lokal jadi keunggulan global" (spesial koordinator)

BUMDes Sukses Diawali dari Keberanian Pendiri untuk Berpikir Besar
Sumber : https://bumiharjo.kec-klirong.kebumenkab.go.id/web/artikel/4/96



Presentasi & Implementasi : "Kami Berkarya, Desa Berkarya, Bangsa Berjaya"

LUMBUNG KARYA DESA (LKD),

'LUMBUNG' simbol keberlimpahan KARYA warga DESA.
berKARYA dari potensi kearifan lokal DESA dengan berdayakan digital marketing melalui ide trend bisnis "kearifan lokal jadi keunggulan global" dan menggunakan metode digitalisasi ekonomi desa sebagai percepatan income & skill serta  kolaborasi atau gerakan masyarakat gotong royong bangun desa cerdas berdaulat menuju kejayaan bangsa Indonesia.
Karya Cerdas Kearifan Lokal Desa!

LKD

Era teknologi digital melahirkan percepatan income & skill melalui kecerdasan buatan (AI)) dengan metodenya digitalisasi ekonomi, maka tidak heran ada desa yang mampu hasilkan 50 Miliar per tahun atau para praktisi bisnis digital mendadak mampu hasilkan puluhan bahkan ratusan juta per bulan.

(metode ini bisa dikreasikan sesuai koordinator dan sikon lapangan - maka perlu briefing)

Perkenalkan, saya (nama) koordinator program Lumbung Karya Desa (LKD) di pedesaan..

Salam Sejahtera, senang dapat hadir di hadapan Anda untuk berbicara tentang solusi terhadap berbagai masalah, tantangan, dan kendala yang dihadapi oleh masyarakat pedesaan.dan masyarakat umumnya.

  • Punya Mobil tidak harus bisa nyetir mobil - artinya bisa hasilkan income digital tanpa harus ngerti hal-hal tehnisnya..

Suatu desa telah mampu hasilkan 50 Milyar per tahun, banyak juga pebisnis online hasilkan income puluhan dan ratusan juta per bulan dengan berdayakan digitalisasi.

Bagaimana dengan yang tidak memiliki kemampuan tehnis?  dan bahkan memang banyak yang tidak bisa melakukan hal-hal tehnis.

Maka saya akan jelaskan metode sederhana, efektif & powerful, dan tentu bermanfaat,

Yaitu melalui layanan ekosistem Lumbung Karya Desa dengan konsep dasar Gerakan Masyarakat Gotong Royong Bangun Desa Cerdas Berdaulat.

Layanan Utama LKD:

    1. Ide Bisnis Trend:
        • Ciptakan dan kembangkan ide bisnis bernilai luhur, kreatif inovatif, terinspirasi dari potensi desa dan kearifan lokal. beberapa contoh bisa dilihat di sini
        • kami bisa bantu membuat toko digital dengan berbagai produk kearifan lokal (misalnya) : "Tradisi Nusantara Store"  -> toko digital yang menonjolkan kearifan lokal Indonesia yang menawarkan berbagai produk unik yang mencerminkan kekayaan budaya, kerajinan tangan, dan bahan-bahan alami dari seluruh Nusantara.
        • Namun jika Anda tidak paham hal-hal tehnis cara pemasarannya maka beresiko Gagal!, maka solusinya adalah layanan kemudahan yang simple - efektif ekosisitem LKD.

    1. Digital Marketing:
        • Jangkau pasar lebih luas dengan dukungan layanan digital marketing yang mudah efektif tanpa harus paham teknis.(toko digital desa dan pasar digital desa/marketplace desa)
        • Gabung bersama LKD dan jika Anda telah menguasai metode dan tehnis digital marketing tentu apapun bisa dilakukan secara mandiri tanpa resiko GAGAL!

    1. Digitalisasi Ekonomi Desa:
        • Maksimalkan eksposur produk kearifan lokal melalui strategi digitalisasi ekonomi desa yang terarah dan efektif.
        • Eksposur produk kearifan lokal merujuk pada sejauh mana produk-produk yang berasal dari kearifan lokal atau warisan budaya suatu daerah dapat dihadirkan dan dikenalkan kepada masyarakat luas. Ini mencakup upaya-upaya untuk meningkatkan visibilitas, pemahaman, dan penerimaan terhadap produk-produk tersebut di tingkat lokal, nasional, atau bahkan internasional.

          Beberapa cara untuk meningkatkan eksposur produk kearifan lokal meliputi:

          1. Pemasaran Digital:
            • Menggunakan platform digital seperti situs web, media sosial, dan kampanye pemasaran online untuk memperkenalkan produk kearifan lokal kepada audiens yang lebih luas.
          2. Partisipasi dalam Pameran dan Acara Lokal:
            • Ikut serta dalam pameran dan acara lokal atau nasional yang memungkinkan produk kearifan lokal dipamerkan dan dijual kepada pengunjung yang beragam.
          3. Kolaborasi dengan Toko dan Pelaku Bisnis Lokal:
            • Menggandeng toko-toko ritel atau pelaku bisnis lokal untuk menjual produk kearifan lokal di tempat-tempat yang strategis.
          4. Promosi melalui Media Tradisional:
            • Menggunakan media tradisional seperti koran, radio, atau televisi untuk mempromosikan produk kearifan lokal kepada audiens yang lebih luas.
          5. Pengembangan Identitas Merek yang Kuat:
            • Membangun identitas merek yang kuat untuk produk kearifan lokal, termasuk logo, kemasan, dan cerita di balik setiap produk.
          6. Pendekatan Berbasis Cerita (Storytelling):
            • Menggunakan cerita atau narasi di sekitar produk untuk memberikan konteks dan meningkatkan daya tarik produk kepada konsumen.
          7. Pendekatan Edukasi:
            • Menyelenggarakan program pendidikan atau seminar yang membahas nilai-nilai budaya, tradisi, atau proses pembuatan produk kearifan lokal.
          8. Kolaborasi dengan Influencer atau Tokoh Lokal:
            • Menggandeng tokoh masyarakat atau influencer lokal untuk mendukung dan mempromosikan produk kearifan lokal.
          9. Keterlibatan Komunitas:
            • Terlibat aktif dengan komunitas lokal untuk membangun dukungan dan kesadaran terhadap produk kearifan lokal.
          10. Penghargaan dan Sertifikasi:
            • Mengikuti dan memenangkan penghargaan atau mendapatkan sertifikasi tertentu yang dapat meningkatkan kredibilitas produk kearifan lokal.

          Eksposur produk kearifan lokal penting untuk meningkatkan penjualan, mendukung keberlanjutan ekonomi lokal, dan melestarikan warisan budaya. Dengan meningkatnya kesadaran dan apresiasi terhadap kearifan lokal, produk-produk tersebut dapat menjadi lebih berdaya saing di pasar yang lebih luas.

        • maka Lumbung Karya Desa hadir membantu dengan laayanan kemudahannya dan berdayaguna.

    1. Kolaborasi Kejayaan:

        • Kolaborasi Peduli Bangun Desa untuk Bangsa Indonesia, dengan konsep gotong royong: "Kami Berkarya, Desa Berkarya, Bangsa Berjaya."
        • Hanya melalui Kolaborasi berbagai pihak terkait atau Gerakan masyarakat gotong royong bangun desa (LKD) yang akan menjamin tercapainya tujuan.

  • LKD - Bukan hanya tempat berbisnis, tetapi juga sebagai perancang perubahan positif untuk keberlanjutan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat desa.

 

penjelasan visi - misi :

Visi: "Desa Cerdas Berdaulat - Desa Berkarya, transformasikan karakter bangsa menuju kejayaan."

Misi:

    1. Digitalisasi Ekonomi Desa:
        • Menghadirkan solusi digital yang merangsang pertumbuhan ekonomi di pedesaan dan memperluas akses ke pasar global.

    1. Memberdayakan Kearifan Lokal:
        • Memanfaatkan kearifan lokal sebagai aset utama dalam mengembangkan produk dan layanan yang unik dengan nilai tambahnya.

    1. Pemberdayaan UMKM:
        • Mendorong pertumbuhan UMKM di desa melalui dukungan digital, pelatihan, dan pemasaran.

    1. Kolaborasi Pendidikan:
        • Mengintegrasikan program SMK Bangun Desa untuk melibatkan generasi muda dalam pengembangan bisnis online dan kewirausahaan.

    1. Kemitraan Sinergis:
        • Berkolaborasi dengan praktisi bisnis online, para profesional, dan kemitraan dengan Dunia Usaha dan Industri (DUDI) untuk menciptakan ekosistem berkelanjutan.

Keuntungan dan Manfaat:

    • LKD Mampu berdayakan digitalisasi ekonomi sebagai percepatan income & skill desa dan warganya, sehingga tampil sebagai pemenang di era milenial.

    • Kembali pada kesadaran terhadap nilai-nilai luhur kearifan lokal sebagai potensi dahsyat untuk wujudkan trend bisnis baru "kearifan lokal jadi keunggulan global."

Elemen-elemen Utama Lumbung Karya Desa:

    1. Partisipasi Masyarakat:
        • Partisipasi aktif dan kolaboratif dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan program pembangunan desa.

    1. Kerjasama Antarwarga:
        • Kerjasama dan solidaritas antarwarga untuk mencapai tujuan bersama.

    1. Diversifikasi Ekonomi:
        • Pengembangan berbagai jenis kegiatan ekonomi di desa untuk mengurangi risiko.

    1. Pengelolaan Sumber Daya Alam:
        • Pengelolaan berkelanjutan sumber daya alam desa.

    1. Inovasi dan Teknologi:
        • Adopsi inovasi dan teknologi sesuai dengan konteks desa.

    1. Kelembagaan Lokal:
        • Pembentukan dan penguatan kelembagaan lokal seperti koperasi, kelompok tani, atau organisasi masyarakat.

    1. Pendidikan dan Pelatihan:
        • Program pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat.

    1. Pemberdayaan Perempuan dan Muda:
        • Fokus pada pemberdayaan perempuan dan generasi muda.

Implementasi Lumbung Karya Desa:

    1. Analisis Situasi dan Kebutuhan Desa:
        • Analisis menyeluruh kondisi desa untuk memahami kebutuhan, potensi, dan tantangan.

    1. Keterlibatan Masyarakat:
        • Membangun keterlibatan melalui pertemuan partisipatif dan dialog.

    1. Pembentukan Kelembagaan Lokal:
        • Mendirikan atau memperkuat kelembagaan seperti koperasi, kelompok tani, dan PokJa LKD.

    1. Perencanaan Strategis:
        • Rencana yang melibatkan seluruh komunitas dengan identifikasi peluang dan tantangan.

    1. Diversifikasi Ekonomi:
        • Mendorong diversifikasi ekonomi dengan identifikasi sektor potensial.

    1. Pelatihan dan Pendidikan:
        • Program pelatihan dan pendidikan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat.

    1. Infrastruktur dan Teknologi:
        • Peningkatan infrastruktur dan integrasi teknologi sesuai kebutuhan desa.

    1. Keuangan dan Modal Usaha:
        • Sistem keuangan lokal dengan skema tabungan dan akses modal usaha.

    1. Pengelolaan Sumber Daya Alam:
        • Rencana pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

    1. Pengembangan Pasar dan Pemasaran:
        • Sistem pemasaran lokal dan pengembangan pasar untuk produk desa.

    1. Partnership dan Jaringan:
        • Kemitraan dengan pihak eksternal untuk dukungan sumber daya.

    1. Monitoring dan Evaluasi:
        • Sistem pemantauan dan evaluasi untuk memastikan lumbung karya desa beroperasi sesuai tujuannya.

    1. Sosialisasi dan Komunikasi:
        • Kampanye sosialisasi terus-menerus untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat.

Implementasi lumbung karya desa memerlukan komitmen dan kerjasama seluruh komunitas serta berbagai pemangku kepentingan. Keberhasilan langkah-langkah tersebut akan meningkatkan ketahanan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa.

 

**Catatan LKD:

Analisis:

  1. Simbolisme "Lumbung Karya Desa":
    • Mewakili keberlimpahan hasil karya warga desa sebagai simbol kemakmuran.
    • Menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menyimpan dan menggali potensi kreatif masyarakat.
  2. Ide Pembangunan Desa Cerdas Berdaulat:
    • Fokus pada pembangunan desa yang cerdas dan berdaulat.
    • Mengutamakan kearifan lokal sebagai fondasi untuk mencapai tujuan tersebut.
  3. Inovasi Produk Kearifan Lokal:
    • Mengedepankan kreativitas dan inovasi dalam menghasilkan produk dari kearifan lokal.
    • Melihat kearifan lokal sebagai sumber daya yang dapat memberikan nilai tambah bagi desa.
  4. Pemberdayaan melalui Media Digital:
    • Pemanfaatan media digital untuk memberdayakan masyarakat desa.
    • Digitalisasi ekonomi desa sebagai alat untuk meningkatkan pendapatan dan keterampilan.
  5. Percepatan Income & Skill melalui Digitalisasi:
    • Digitalisasi ekonomi desa tidak hanya mencakup peningkatan pendapatan tetapi juga peningkatan keterampilan melalui pelatihan digital.
    • Menyediakan akses lebih luas terhadap peluang ekonomi dan pendidikan.
  6. Jaminan Sukses melalui Kolaborasi Gotong Royong:
    • Memandang kolaborasi dalam gerakan gotong royong sebagai jaminan keberhasilan.
    • Masyarakat desa bersatu untuk mencapai tujuan bersama demi keberlanjutan dan kemakmuran desa.
  7. Tren Bisnis Baru "Kearifan Lokal Jadi Keunggulan Global":
    • Mengusung konsep bahwa kearifan lokal dapat menjadi keunggulan di tingkat global.
    • Desa mengintegrasikan kearifan lokal mereka ke dalam tren bisnis baru, menciptakan identitas dan daya saing yang unik.
  8. Analisis Keseluruhan:
    • Konsep ini menggambarkan pendekatan holistik untuk pembangunan desa yang mencakup ekonomi, kreativitas, dan kolaborasi.
    • Mengaitkan kearifan lokal dengan keunggulan global menciptakan landasan yang kuat untuk pengembangan ekonomi dan daya saing desa.
    • Menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dan gotong royong sebagai elemen utama untuk mewujudkan visi pembangunan desa cerdas dan berdaulat.

Cerita ini mengeksplorasi integrasi antara tradisi lokal dan inovasi modern, memberikan fondasi yang kokoh untuk mencapai keberlanjutan dan daya saing di era digital. Dengan fokus pada kearifan lokal, kolaborasi, dan digitalisasi, desa ini berusaha menjadi pelaku utama dalam tren bisnis global.